Rekanan Segel Puskesmas Danau Paris, Ini Tanggapan Kadis Kesehatan Aceh Singkil

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTAACEH.CO.ID: ACEH SINGKIL - Proyek Rehab Gedung Puskesmas Danau Paris, di Desa Biskang, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil di segel oleh rekanan.

Penyegelan tersebut, buntut belum di realisasikan sisa anggaran pekerjaan rehap Gedung Puskesmas Danau Paris oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil.

"Penyegelan atau berupa larangan ini kita lakukan bukan untuk tujuan yang negatif, sebaliknya hal ini kita lakukan untuk menjaga bangunan yang sudah dikerjakan dari hal hal yang tidak kita inginkan, apalagi bangunan ini masih menjadi tanggung jawab kami selaku pihak rekanan," kata Mufriadi kepada Selasa (21/11/2017) di Aceh Singkil.

Ia menjelaskan, apabila bangunan gedung tersebut dimanfaatkan oleh pemerintah sebelum diserahkan terimakan, tentunya dikhawatirkan akan berdampak kepada hal hal yang tidak diinginkan.

"Intinya bukan tidak bisa bangunan ini dimanfaatkan, tapikan ada prosedur, setidaknya diserahterimakan terlebih  dahulu. Kalau belum, tiba -tiba bangunan dimanfaatkan,  lantas jika ada kerusakan siapa yang akan melakukan perbaikan, apa mau pemerintah untuk memperbaikinya, kan tidak," jelas Adi.
 
Ia juga menjelaskan, pekerjaan tersebut sudah selesai dikerjakan, akan tetapi belum diserahterimakan dan dalam waktu dekat ini akan mengajukan proses pencarian dana kepada instansi yang terkait. Sehingga bangunan tersebut dapat segera diserahterimakan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan umum.

Sebelum nya, sempat beredar foto yang bertuliskan "Bangunan ini belum dibayarkan Pemda kepada rekanan,  Dilarang menggunakannya" yang ditempelkan di dinding atau dekat pintu masuk Puskesmas Danau Paris.


Tanggapan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil

Terpisah, menyikapi aksi penyegelan Gedung Puskesmas Danau Paris, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Edi Widodo mengatakan tidak mempersoalkan jika bangunan tersebut disegel atau dilarang untuk dimanfaatkan oleh pemerintah, dikarenakan bangunan gedung tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan dan belum diserahterimakan antara rekanan dengan pemerintah melalui instansi terkait.

"Bahkan ini belum diserahterimakan, dan bila ada kerusakan sebelum diserahterimakan sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan," sebut Edi Widodo.

Lanjutnya, proyek rehap Puskesmas Danau Paris, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2016 senilai Rp 1,994.752.000, miliar rupiah yang dikerjakan oleh CV Limpul Jaya.

Proyek rehap Puskesmas Danau Paris ini sempat tertunda pembayarannya, akibat tidak tersedianya dana dari pusat dikarenakan keterlambatan pelaporan pada akhir Desember 2016 yang juga terjadi pada beberapa instansi di Kabupaten Aceh Singkil.

Kendatipun demikian, pemerintah daerah kabupaten Aceh Singkil sudah mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan untuk merealisasikan kembali sisa DAK tahun anggaran 2016 atas pekerjaan fisik yang telah selesai dikerjakan tersebut. 

Disampingnya itu, dana yang sudah dibayarkan kepada pihak rekanan pada tahun 2016 senilai Rp 1.396.326.400. Sementara sisanya, senilai Rp 598.425.600 diluncurkan dan akan dibayarkan pada tahun 2017 ini.


Dilanjutkannya, berkenaan dengan biaya untuk pembayaran pekerjaan Rehap Gedung Puskesmas Danau Paris kemungkinan akan tersedia pada minggu depan dan kami masih  menunggu berkas permohonan dari pihak rekanan untuk mengajukan pencarian dananya.

"Sebelum bangunan tersebut disegel, kami sudah dua kali menyurati rekanan untuk segera mempersiapkan segela kelengkapan administri dan kelengkapan dilapangan sebagai syarat untuk dilakukan pencarian dana," demikian disebutnya oleh PPTK, Sahidin Pandapotan Lubis.

"Kalau berkas sudah dilengkapi dan sudah sesuai dengan mekanisme serta sudah diajukan, tentunya kami akan tetap membantu proses pencairan pembayaran pekerjaan kepada pihak rekanan,” jelasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan pelayanan Puskesmas, Edy Widodo mengatakan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Pelayanan kesehatan masih berjalan dengan normal, dikarenakan  mengunakan ruang pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (Poned) dan perawatan yang bisa digunakan untuk operasional pelayanan Puskesmas hingga bangunan baru tersebut diserahterimakan", sebut Widodo. [Jamaluddin] 

Index Berita