Bagian Umum DPRD Morowali, Rahma, Larang  Anggota Intel dan wartawan Masuk di Ruang Rapat Komisi III 

INDONESIASATU.CO.ID:

MOROWALI - Rahma Kepala Seksi bagian umum Kantor DPRD Kabupaten Morowali melarang anggota Intel dan  para Wartawan pada saat akan meliput pertemuan antara pihak Komisi III DPRD Kabupaten Morowali yang dipimpin oleh Syahrudin dengan perwakilan warga Desa Salonsajaya Kecamatan witaponda Kabupaten Morowali di ruang pertemuam Komisi III DPRD Kabupaten Morowali Desa Bahururu Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Selasa(27/3/2018).

Ketika  beberapa Wartawan dan Anggota Intel ingin masuk di ruangan komisi III untuk mengikuti pertemuan antara Komisi III dan Perwakilan Warga Desa Salonsajaya di ruang komisi III, namun  Rahma didepan pintu masuk ruangan Komisi III   dengan tegas melarang  Wartawan  pada saat Komisi III sedang rapat ,alasanya itu sudah sesuai dengan SOP( Standar Operasional Prosedur) dari pihak DPRD Kabupaten Morowali, namun Rahma tidak menujukan SOP tersebut kepada Wartawan dan Intel.

Menurut Rahma bahwa berkaitan pertemuan di Komisi III DPRD Kabupaten Morowali dilarang masyarakat  karena sudah ada perwakilan dan nanti silahkan konfirmasi terhadap Syahrudin jika sudah selesai acara pertemuan di ruang komisi III, "Kalau sekarang dilarang wartawan masuk didalam ruangan tersebut."

Sementara itu Rasid Manembo di luar gedung DPRD bersama para pendemo terus melakukan orasi dan menuntut agar PT Alaska dan CV Tridaya  harus dihentikan aktivitasnya, karena Perusahaan tersebut  telah mengunakan jalan desa dan diminta menunjukkan dokomen Amdal dan  Ijin Galian C. "Kami menduga perusahaan tidak punya ijin Galian C dan Amdal," Pendemo terus meminta kepada anggota DPRD untuk keluar dan bisa memberikan solusinya.

"Jika perusahaan tidak bisa menunjukan dokumen Amdal dan Ijin Galian C ,maka kami akan palang kembali. Serta ditutup saja perusahaan mulai hari ini karena tidak ada ijin galian C," Tandasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Morowali Syahrudin ketika dimintai keterangan terkait masalah ini oleh beberapa wartawan, membenarkan bahwa Wartawan dilarang untuk masuk dalam acara rapat tertutup.

"Mengigat privasi orang sehingga kami melindungi sumber dan menjaga jangan sampai bocor informasi tersebut ke publik sebelum ada kejelasan masalahnya. Tapi tidak ada maksud untuk menghalangi teman - teman Wartawan dan Intel," Jelas Syahrudin. (supriyono).

Index Berita